[REVIEW] Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Wednesday, September 23, 2015

"Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain." (hak. 217)

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Proofreader: Yuke Ratna P. & Mita M. Supardi
Desainer sampul: Jeffri Fernando
Penata letak: Landi A. Handwiko
Tebal: 278 halaman
Terbit: 2014 (Cetakan Kelima)
Rating: ★★★★☆

---

Sabtu Bersama Bapak bercerita tentang keluarga Garnida. Pak Gunawan, seorang suami sekaligus ayah yang meninggalkan banyak rekaman video untuk anak-anaknya yang kelak akan tumbuh besar. Ditemani sang istri, Ibu Itje, ia menyiapkan nasihat dan petuah melalui cara yang tidak biasa. Semua dilakukannya untuk Satya dan Cakra (alias Saka) agar mereka siap menjalani kehidupan sebagai seorang ‘lelaki’ meski tak ada lagi sosok ayah yang menemani.

"Sulung dipaksa menjadi dewasa hanya karena kodrat mereka sulung, itu... Kakang nggak setuju." — "Seorang anak, tidak wajib menjadi baik atau pintar hanya karena dia sulung. Nanti yang sulung benci sama takdirnya dan si bungsu tidak belajar tanggung jawab dengan cara yang sama. Semua anak wajib menjadi baik dan pintar karena memang itu yang sebaiknya semua manusia lakukan." (hal. 105)

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung—kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua­—untuk semua anak." (hal. 106)

[REVIEW] Cherish Cheri - Nita Trismaya

Tuesday, September 22, 2015

Apakah masih ada yang berani bilang bahwa jarak bukan masalah? (hal. 108)

Judul: Cherish Cheri
Penulis: Nita Trismaya
Penerbit: PlotPoint
Ilustrasi sampul: Diela Maharanie
Pemeriksa aksara: Dias Rifanza
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Ochidyati
Tebal: 233 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Cheri adalah siswa kelas 3 SMA di Jakarta yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (red, LDR—Long Distance Relationship) bersama Mikka yang kuliah di Melbourne. Sama seperti pasangan LDR kebanyakan, cara mereka berkomunikasi hanya bermodalkan Skype meski sering kali terhambat dengan perbedaan waktu dan koneksi internet. Kalau Cheri lagi bangun, bisa jadi Mikka malah sedang tidur, makanya kadang kala keduanya mencuri-curi waktu hanya untuk sekadar menggugurkan perasaan rindu yang terbentang jarak ribuan kilometer itu.

Padahal untuk membuktikan cinta adalah dari tindakan, bukan serbuan kata-kata semata. (hal. 107)

Meski Mikka berada di negeri kanguru, Cheri akan selalu setia dengannya, nggak heran deh kalau sampai dia sudah punya tempat tersendiri di hati keluarga Mikka yang berada di Bandung. Contohnya saja tentang undangan dari mama Mikka yang sedang berulang tahun membuat Cheri sudah dianggap jadi bagian keluarga pacarnya itu.

[REVIEW] Stasiun - Cynthia Febrina

Monday, September 21, 2015

“Kamu harus ingat hidup adalah pertemuan dan perpisahan. Jika suatu saat kita berpisah akankah kamu mengatakan kalimat itu walau pada bayangan?” (hal. 74)

Judul: Stasiun
Penulis: Cynthia Febrina
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Gina S Noer, Ninus D Andarnuswari
Ilustrasi sampul: Diani Apsari
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Matahari Indonesia
Tebal: 170 halaman
Terbit: Mei 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Adinda baru saja diputuskan Rangga yang kini telah menjadi mantan kekasihnya. Ia yang dulu akan selalu bersama Rangga tiba-tiba saja harus menghadapi kebiasaan baru dalam hal pulang-pergi dari dan ke kantor tempatnya bekerja. Dulu, Ranggalah yang senantiasa menjemput Adinda, setia dari Bogor menuju Jakarta. Namun, setelah kenyataan pahit itu, mau tidak mau Adinda harus terpaksa menaiki kereta api.

Ryan adalah seorang lelaki pekerja yang bertitel “anak kereta sejati”. Ada banyak hal yang berkaitan dengan stasiun yang sudah dikenalnya, tak luput pertemanan dengan orang-orang yang tak pernah absen menjadi penghuni di sekitar stasiun.

“Semakin disembunyikan, perasaan jatuh cinta itu semakin terlihat.” — “Oooh, saat jatuh cinta semua hal yang nggak mungkin jadi mungkin, yang nggak nyambung jadi nyambung.” (hal. 112)

[GIVEAWAY WINNER] You Had Me at "Hello" - Indah Hanaco

Sunday, September 20, 2015

Selamat pagi, di Minggu yang cerah ini aku yang baru merasakan kembali hari libur 'seutuhnya', akan membawa kejutan untuk salah satu di antara kalian yang sudah ikut blog tour (dan giveaway!) You Had Me at "Hello" di blogku beberapa hari yang lalu. Siapa yang nungguin? *krik krik* Nggak ada! Cukup tau, BHAY! *eh


Terima kasih untuk Mbak Indah Hanaco sebagai penulisnya, untuk Mbak Kiki yang banyak berperan aktif dalam mengomando blog tour #YouHadMeAtHello ini, untuk Kak Mei yang mengajak aku sebelumnya, dan untuk kalian semua yang selalu buat aku senang karena sudah memeriahkan giveaway dan blog tour di blogku ini. As always, you're rock, Guys! \m/

[REVIEW] Sesuatu Yang Tertunda - Sky Nakayama

“Itulah cinta, Ya. Kamu nggak akan pernah tahu kapan atau bagaimana ia bisa menghampiri kamu.” (hal. 156)

Judul: Sesuatu Yang Tertunda
Penulis: Sky Nakayama
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Sidiq
Perancang sampul: Lidia Puspita, Teguh Pandirian
Pemeriksa aksara: Rika Amelina, Dias Rifansa
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Diani Apsari
Tebal: 191 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★☆

---

Aria dan Arian adalah sepasang kakak-beradik yang memiliki sifat berlainan. Kakaknya, Arian, punya sikap yang lebih ramah dan supel kepada setiap orang. Sebaliknya, Aria sang adik lebih terasa cuek dan dingin, terkecuali kepada ibunya. Cerita dimulai saat mereka tak sengaja bertemu Alina yang kini menjadi tetangga baru, yang sempat Aria abaikan saat mereka berpapasan lewat kaca jendela kamarnya.

Alina adalah seorang gadis perempuan yang sudah ditinggal pergi orang-orang tersayangnya, salah satunya adalah Agung—kakaknya. Kepindahan Alina ke kompleks yang sama dengan si dua bersaudara menambah kisah dalam keseharian mereka.

...bukan dunia yang harus berubah mengikutinya, tetapi dirinyalah yang harus berubah, melebur dengan ritme waktu, tanpa harus kehilangan warna hidup yang telah membentuk dirinya. (hal. 190)

[REVIEW] The Chronicles of Audy: 4/4 - Orizuka

Thursday, September 17, 2015

Kenapa sih, di saat aku merasa hidupku sempurna, ada saja yang terjadi? Tepatnya kutukan apa sih yang nenek sihir itu dulu jatuhkan kepadaku? Apa salah ayah dan ibuku sampai aku layak mendapatkannya? (hal. 78)

Judul: The Chronicles of Audy: 4/4
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Proofreader: KP Januwarsi
Tebal: 314 halaman
Rating: ★★★★☆

---

Audy kembali lagi membawakan kronik kehidupannya bersama 4R—Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Ia yang masih berkutat dengan tugas skripsi yang entah kapan selesainya, hingga satu per satu masalah yang mulai muncul dari keluarga Rashad itu.

“Kalau yang kamu maksud, kamu mau menyamai dia... tentu sulit. Susah menebak jalan pikirannya. Apalagi mengejar langkahnya.” (hal. 166)

Meski masih belum selesai dengan tugas akhirnya, skripsi Audy mulai berkembang sedikit demi sedikit. Thanks God..., paling nggak dia sudah mengajukan proposal untuk TA-nya itu. Dan terimakasih untuk Rex, si maniak skripsi yang baru saja akan lulus dari SMA-nya yang banyak berperan dalam tugas akhir Audy. Hmm, kalau bukan karena dia, aku yakin Audy bakal mahasiswa abadi :P

[REVIEW] U-Turn - Nadya Prayudhi

Karin, jika cinta membuatmu gila. Itu bukan cinta namanya. (hal. 159)

Judul: U-Turn
Penulis: Nadya Prayudhi
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Shiddiq
Perancang sampul: Diela Maharani
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya, Ining Isaiyas
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Tebal: 228 halaman
Rating: ★★☆

---

Ini adalah cerita Karin yang baru saja diputuskan oleh Bre, yang belum lama ini pernah menjadi pacarnya. Rasa marah, kecewa, dan kesal menyergapnya hingga membuat ia memutar balik kisah hidupnya—saat pertama kali mereka berkenalan.

Seandainya patah hati itu menyenangkan, tentunya semua judul dan lirik lagu di seluruh dunia harus diubah jadi macam “Thank you for leaving me”, “Happy without you”, atau “Glad we’re not together again”. (hal. 5)

Berpisah dengan Bre, membuatnya merasa tidak nyaman karena tiba-tiba saja Bre mengatakan bahwa mereka akan menikah di hadapan teman-temannya. Tidak ada yang salah, hanya saja bagi Karin ia belum siap akan pernyataan yang terlalu mendadak ini. Lagi pula, Karinlah yang merasa berhak untuk marah atas kejadian tersebut, bukan sebaliknya.

[REVIEW + GIVEAWAY] You Had Me at "Hello" - Indah Hanaco

Tuesday, September 15, 2015

“Papa ingin membuat kalian mengerti kalau tiap perbuatan itu ada konsekuensinya, entah itu perbuatan baik atau buruk.” (hal. 23)

Judul: You Had Me at “Hello”
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Afrianty P. Pardede
Tebal: 354 halaman
Rating: ★★★

---

Inanna dan Zora adalah sepasang kembar yang lahir dari keluarga berada. Sayangnya, hal tersebut membuat keduanya lebih banyak berfoya-foya dan sukses membuat sang ayah limbung akibat perbuatannya. Bagaimana tidak, dua orang anak melakukan keributan sekaligus yang akhirnya membuat Navid—ayah mereka—melakukan perjodohan untuk keduanya.

Ina yang masih kuliah saat itu, merasa bahwa hukuman yang diberikan ayahnya terlalu primitif. Ia tidak suka dijodoh-jodohkan, apalagi kalau harus bersama dengan Martin—anak dari teman ayahnya—yang memiliki kriteria yang tidak Ina sukai sama sekali. Yah, lagi pula siapa sih di zaman sekarang ini yang masih berpikir seperti cerita Siti Nurbaya?

Seminim-minimnya pengalaman Ina soal asmara, boleh kan kalau dia punya harapan? Bahwa suaminya kelak adalah, kalau bisa, orang yang dicintainya dengan sungguh-sungguh. Bukan "hadiah" yang disodorkan ayahnya meski dalam bungkus kado paling menyita perhatian. Pasangan itu semestinya hadiah yang berasal dari Tuhan, bukan dari manusia lain. (hal. 27)

Kekesalannya soal perjodohan membuatnya masuk ke dalam masalah yang lebih serius. Melalui kecelakaan, ia berkenalan dengan Alistair, korban yang ditabraknya sekaligus orang yang menyedot perhatian Inanna saat mereka pertama kali bertemu karena mata biru es itu. Tak disangkanya, bayaran yang harus ia balas bukanlah sejumlah uang (yang bisa saja dimintanya dari sang ayah), tapi kesepakatan dengan orang tua Alistair bahwa Ina harus bersedia menikah dengan putra mereka. Kejadian kecil memang selalu berdampak besar, kan?

[GIVEAWAY WINNER] Sing-Py Single Happy - Dewi Rieka

Saturday, September 5, 2015

Jadi, masih ingat dengan postingan kedua terakhir di blogku? Katanya sih, postingan itu bakal jadi postingan terakhirku untuk sementara waktu sampai hiatus UN, tapi... tak dinyana, selalu ada rezeki yang nggak bisa dan nggak boleh ditolak. Beberapa waktu lalu ditawari (sekaligus menawarkan diri) jadi host blog tour, keduanya sama-sama aku jalani, dan dengan mudahnya aku terima. Nggak apa-apa sih, semua hal harus disyukuri kan?

Termasuk salah satunya adalah hari kemarin. Yap, 4 September! Mungkin sebagian dari kamu ada yang sudah tahu atau bahkan nggak tahu-menahu dan sama sekali nggak mau tahu soal tanggal keramat tersebut. Iya, Asipa turning 16, bok’! Karena sampai kalimat ini kalian sudah tahu ada apa, makanya harus mengucapkan doa-doa yang baik untuk aku, ya! Imbalannya, aku akan berterima kasih dan semoga doa baik berbalik ke kamu juga. Adil kan? Hehehe... :D

Oh iya, hampir lupa, jadi di postingan ini (nggak janji bakal jadi postingan terakhir... sampai hiatus UN, lho!) aku akan mengumumkan pemenang giveaway yang sempat aku buat dalam waktu dua hari. Nggak nyangka deh, dalam waktu sesingkat itu banyak peminatnya, berbanding terbalik dengan giveaway-giveaway-ku sebelumnya dengan waktu lama yang peminatnya nggak lebih dari 20 biji orang. Hahaha!


Terima kasih untuk Penerbit Loveable melalui Mbak Muthia yang sudah mempercayakan aku jadi salah satu host blogger dari sekian banyak yang ada. Untuk penulis Sing-Py Single Happy, Mbak Dewi ‘Dedew’ Rieka. Dan pastinya untuk kalian semua, yang mau-maunya ikutan giveaway dan memeriahkan blog tour ini. Ah, andaikan aku bisa, mau kasih satu-satu hadiah ke kalian deh :*

[BLOG TOUR] Sing-Py Single Happy - Dewi Rieka

Thursday, September 3, 2015

Menjadi anak kos bisa jadi tahapan yang pasti pernah dijalani banyak orang dalam hidupnya, apalagi bagi mereka anak rantau yang jauh dari orang tua. Ada banyak kesan suka duka yang pastinya dialami, saat tagihan bulanan, melaratnya akhir bulan, dan susahnya makan karena hanya bermodal mi instan.

Sayangnya, keseruan itu nggak berlaku buat kamu yang bukan anak kos. Senang sedih menjalani hari demi hari nggak akan seasyik itu. Apalagi kalau anak kosnya masih jomblo, beuuuhhh... label anak kos derita benar-benar harus disematkan nih! Iyalah, gimana nggak, kebanyakan anak kos tinggal sendiri di kamarnya, ditambah harus berjibaku dengan segenap aktivitas yang melelahkan, dan itu belum termasuk kalau malam Minggu ada yang ngapelin atau nggak :P Tapi, aku juga bukan anak kos sih *ditabok*, masih calon sampai nanti ganti status. Status mahasiswa, maksudnya, kalau jomblo sih... nggak usah ditanya kapan gantinya! 


Nah, kali ini ada Mbak Dewi Rieka yang menulis cerita berjudul Sing-Py, alias Single Happy. Bukunya bercerita tentang Iika-liku kehidupan para anak Kos Jomblo. Sedih ya namanya? Ah, nggak juga kok. Kenapa dinamakan Kos Jomblo, karena pemiliknya—Rania Prameswarie—menetapkan aturan untuk calon penghuni kos ini, syarat utamanya tentu saja mereka harus jomblo lahir batin. Dia beralasan karena cerita hidupnya yang menyakitkan sewaktu ditinggal pergi mantan suaminya, makanya dia nggak mau ada korban-korban lain yang mudah disakiti. Buat apa dobel tapi nyakitin, kalo bisa single tapi bahagia, setuju nggak?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs